![]() |
| Foto: Pertemuan FEB UNJ dalam Perkuat Digitalisasi Keuangan UMKM Cirebon melalui Smartpreneur dan Teknologi AI/sekitarSULTRA.com. |
CIREBON – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) mendorong percepatan transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon melalui program pendampingan pengelolaan keuangan berbasis aplikasi Smartpreneur, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta sistem pemasaran digital.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Pendampingan Keuangan UMKM Cirebon Berbasis Smartpreneur untuk Penguatan Arus Kas dan Akses Permodalan dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi" tersebut merupakan kolaborasi Program Studi Akuntansi S1, S2, dan S3 FEB UNJ bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti kegiatan yang juga melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai pendamping.
Perwakilan FEB UNJ, Dr. Choirul Anwar, S.E., M.B.A., M.A.F.I.S. dan Dr. Ayatulloh Michael Musyaffi, S.E., Ak., M.Ak., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan hasil riset yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat, khususnya dalam menjawab tantangan pengembangan usaha.
Menurut keduanya, penguatan literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting agar UMKM memiliki tata kelola usaha yang lebih baik, mampu mengelola arus kas secara sehat, serta memiliki kesiapan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.
"Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan usaha melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik," ujar mereka, Jumat (32/7/2026).
![]() |
| Pertemuan FEB UNJ dalam Perkuat Digitalisasi Keuangan UMKM Cirebon melalui Smartpreneur dan Teknologi AI/sekitarSULTRA.com. |
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan, S.H., M.Pd.I., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi pelaku UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
"UMKM tidak hanya dituntut meningkatkan penjualan, tetapi juga memiliki administrasi yang tertata, laporan keuangan yang baik, dan kesiapan mengakses pembiayaan formal," katanya.
Sebagai bentuk penguatan sinergi, FEB UNJ menyerahkan plakat kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon sekaligus memberikan sejumlah perangkat pendukung digital kepada pelaku UMKM guna mempercepat implementasi transformasi digital dalam pengelolaan usaha.
Dalam pelatihan tersebut, Dr. Indra Pahala memberikan materi mengenai pentingnya pencatatan transaksi, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pengelolaan arus kas, serta penyusunan laporan keuangan sederhana sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Sementara itu, Dr. Muhammad Yusuf, S.E., M.M. memperkenalkan aplikasi Smartpreneur, sebuah platform berbasis telepon pintar yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM mencatat transaksi, memantau arus kas, serta menyusun laporan keuangan secara lebih praktis.
Materi berikutnya disampaikan Windy Permata Suyono, S.Ak., M.Ak. bersama Eka Septariana Puspa, S.E., M.Ak., Ak., CA yang menjelaskan pemanfaatan aplikasi pengelolaan persediaan dan pemasaran berbasis AI.
Teknologi tersebut memungkinkan pelaku usaha mengelola stok barang secara lebih akurat sekaligus memperoleh rekomendasi strategi pemasaran berdasarkan analisis data.
Selanjutnya, Fauzan Fadlullah, S.Ak., M.Kom. memperkenalkan Integrated Marketing and Service System, sebuah platform berbasis web yang mengintegrasikan pengelolaan pemasaran, layanan pelanggan, dan informasi usaha dalam satu sistem untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Kegiatan juga diisi dengan sesi konsultasi dan pendampingan yang memungkinkan peserta mendiskusikan berbagai persoalan usaha, mulai dari pencatatan keuangan, pengelolaan persediaan, pemasaran digital, hingga implementasi teknologi dalam operasional bisnis. Pendampingan turut didukung Yayan Hendriyan, S.T., M.T., Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Bidang Usaha Mikro.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, terutama terkait strategi pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, akses pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha.
Melalui program ini, FEB UNJ bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon berharap dapat membangun ekosistem pendampingan UMKM yang berkelanjutan.
Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat tata kelola usaha, memperluas akses pembiayaan, mempercepat transformasi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui UMKM yang lebih adaptif dan berdaya saing. (Red)***



