sekitarSULTRA.com - Portal Berita Pilihan untuk Masyarakat Sultra | sekitarSULTRA.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026, Minal Aidin Walfaizin

Terpilih dalam Konfercab I PA GMNI Baubau, Athar Hasimin Gaungkan Reorientasi Gerakan Alumni | SEKITAR SULTRA

Foto: Saat Pembukaan Konfercab I PA GMNI Baubau yang diselenggarakan di Hotel Hing Aminah (Dok. PA GMNI Baubau)/sekitarSULTRA.com.

Baubau, sekitarSULTRA.com –Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Baubau resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke I PA GMNI Kota Baubau pada Minggu (19/4/2026) di Aula Hotel Hing Aminah.

Dalam pembukaannya, Konfercab tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Baubau; Aliman, S.E., M. Si., Wakil Ketua DPRD Kota Baubau; Adriansyah Farmin, S.T., Mantan Ketua DPC PA GMNI Baubau; Dr. Nurhayati, S.Pd, M.Si,. Advokat Muda Baubau; Firman, S.H, M.H dan seluruh Alumni GMNI Baubau yang telah tercatat sebagai anggota.

Mengusung tema “Manifestasi Marhaenisme dalam Menghalau Apatisme dan Degradasi Intelektual melalui Gerakan Alumni yang Progresif”, konfercab ini menjadi jawaban atas tantangan era disrupsi informasi.

Foto: Muhammad Athar Hasimin, S.H.,M.H., Ketua terpilih DPC PA GMNI Baubau saat memberikan sambutan (Dok. PA GMNI Baubau)/sekitarSULTRA.com.


Dalam momentum bersejarah tersebut, Muhammad Athar Hasimin, S.H.,M.H., terpilih menjadi Ketua DPC PA GMNI Kota Baubau mencatatkan sejarah sebagai ketua pertama yang terpilih melalui Konfercab.

Dalam sambutannya usai terpilih, Muhammad Athar Hasimin, S.H.,M.H., menyatakan bahwa musuh utama saat ini adalah apatisme intelektual dan pragmatisme sempit yang menjauhkan alumni dari persoalan rakyat.

"Musuh Utama kita saat ini adalah apatisme terhadap intelektual dan selalu berada pada ruang pragmatisme sempit sehingga selalu menjauhkan Alumni GMNI dari persoalan rakyat," ujarnya

Muhammad Athar Hasimin, yang pernah berkader di GMNI Yogyakarta itu, juga menekankan pentingnya reorientasi gerakan alumni agar tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan terus bertransformasi menjadi kekuatan intelektual yang solutif bagi pembangunan daerah.

"Reorientasi gerakan alumni itu sangat penting agar kita tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, kita akan terus bertransformasi menjadi kekuatan intelektual yang solutif bagi pembangunan daerah terutama di Kota Baubau," sambungnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Konfercab yang dilakukan oleh DPC PA GMNI Baubau tersebut adalah tonggak sejarah karena baru pertama kalinya dilakukan dan akan menjadi bukti kepada generasi muda bahwa PA GMNI di Kota Baubau adalah alat perjuangan yang efektif untuk membangun bangsa.

“Konfercab pertama ini adalah tonggak sejarah. Kami ingin membuktikan kepada generasi muda bahwa organisasi ini adalah alat perjuangan yang efektif, bukan sekadar wadah berkumpul. Api Marhaenisme dan Nasionalisme Bung Karno harus terus berkobar melalui karya nyata,” tutup pria yang akrab disapa Athar itu.

Foto: Anggota PA GMNI Baubau usai Konfercab I PA GMNI Baubau (Dok. PA GMNI Baubau)/sekitarSULTRA.com.


Dalam Konfercab I PA GMNI Baubau tersebut, PA GMNI telah merumuskan poin-poin strategis sebagai penekanan untuk dilakukan oleh Alumni GMNI.

Adapun poin-poin strategis yang ditekankan tersebut antara lain :

1. Alumni sebagai Think-Tank Daerah: PA GMNI Baubau berkomitmen mengambil peran dalam pembangunan melalui saran dan kritik objektif berbasis kajian. Tujuannya adalah memberikan pilihan solusi konkret bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

2. Melawan Apatisme Intelektual: Menegaskan kembali empati terhadap masyarakat Marhaen. Gerakan ini harus mampu mendorong kebijakan publik yang berpihak pada pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

3. Kualitas Intelektual di Berbagai Sektor: Alumni didorong untuk memiliki kompetensi tinggi dan daya saing di posisi strategis, baik sebagai birokrat, akademisi, pengusaha, maupun politisi, tanpa terkooptasi kepentingan pragmatis yang merugikan rakyat.

4. Aksi Nyata, Bukan Sekadar Nostalgia: Menjadi birokrat yang marhaenis atau pengusaha yang berdikari dan menciptakan lapangan kerja adalah bentuk nyata pengabdian, bukan sekadar bangga dengan dinamika masa lalu saat menjadi aktivis mahasiswa.

Dengan semangat baru ini, PA GMNI Kota Baubau diharapkan menjadi laboratorium pemikiran yang mampu mengisi ruang publik dengan narasi cerdas, sekaligus menghalau budaya kebencian dan kebodohan. (Red)***

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar dengan Sopan dan Bijak !!!

Lebih baru Lebih lama
close
Banner iklan disini