sekitarSULTRA.com - Portal Berita Pilihan untuk Masyarakat Sultra | sekitarSULTRA.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026, Minal Aidin Walfaizin

Gelar Talkshow, GERAK Jakarta Tegaskan Pentingnya Ruang Aman bagi Perempuan Pemimpin | SEKITAR SULTRA



Jakarta, sekitarSULTRA.com — Isu kepemimpinan perempuan dan keamanan ruang publik menjadi sorotan utama dalam talkshow bertajuk “Kartini Hari Ini: Perempuan Memimpin, Berdaya, dan Aman di Ruang Publik” yang digelar GERAK Jakarta, Senin (27/4/2026), di Sekretariat GERAK.

Diskusi yang dipandu oleh Margaretta Putri selaku Direktur Kerja Sama Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri GERAK ini menghadirkan berbagai perspektif, mulai dari kepemimpinan perempuan, pemenuhan hak, hingga keamanan perempuan di ruang fisik maupun digital.

Ketua Dewan Pers periode 2022–2025,Ninik Rahayu, menegaskan bahwa peluang perempuan untuk memimpin saat ini semakin terbuka. Namun demikian, perempuan masih menghadapi tantangan struktural, budaya, serta belum terbentuknya ekosistem yang sepenuhnya mendukung.

“Perempuan bukan hanya ikut dalam sistem, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memimpin. Tantangannya adalah memastikan sistem itu benar-benar inklusif, dan ekosistem tersebut harus saling mendukung dari berbagai pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri Institute Sarinah, Eva Kusuma Sundari, menyoroti adanya kesenjangan antara regulasi dan realitas di lapangan. Menurutnya, meskipun hak-hak perempuan telah diakui secara hukum dan berbagai regulasi telah dibentuk, implementasinya masih menghadapi banyak hambatan.

“Persoalan perempuan hari ini bukan lagi soal ada atau tidaknya aturan, tetapi bagaimana aturan dan nilai-nilai itu benar-benar dijalankan, dengan membangun kesadaran serta penerapan Sila Kedua Pancasila,” kata Eva.

Dari sisi kebijakan, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia, menegaskan bahwa keamanan ruang publik masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pelecehan, baik verbal, non-verbal, maupun digital, dinilai masih sering terjadi dan kerap dianggap sepele.

“Ruang publik belum sepenuhnya aman, dan ini harus menjadi perhatian bersama. Dari sisi kami, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang merumuskan dan memperbarui regulasi daerah terkait PPAPP agar ruang publik menjadi aman bagi semua,” ungkapnya.

Sejarawan sekaligus Dekan FIB UI periode 2021–2025, Bondan Kanumoyoso, menekankan bahwa perubahan tidak bisa hanya dibebankan kepada perempuan. Ia menegaskan bahwa perjuangan sejatinya bukan hanya untuk perempuan, tetapi juga untuk pencerahan bangsa Indonesia.

“Perjuangan Kartini bukan hanya untuk perempuan saja, namun juga untuk bangsa Indonesia yang tercerahkan. Maka perubahan tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan laki-laki. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kepemimpinan perempuan tentu memiliki nilai tersendiri dengan karakteristik yang berbeda dari laki-laki,” tegasnya.

Diskusi ini juga menggarisbawahi bahwa kepemimpinan perempuan dan keamanan ruang publik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Ketika perempuan merasa aman, ruang partisipasi akan terbuka lebih luas. Sebaliknya, kehadiran perempuan dalam kepemimpinan akan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih sensitif terhadap isu keadilan dan perlindungan.

Melalui talkshow ini, Ketua Umum GERAK, Dhini Mudiani, menegaskan bahwa diskursus mengenai perempuan tidak boleh berhenti pada peringatan simbolik Hari Kartini semata, tetapi harus berlanjut menjadi komitmen nyata.

Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor—baik perempuan maupun laki-laki, pemerintah, komunitas, maupun masyarakat luas—untuk menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, dan setara.

“Talkshow ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat kesadaran kolektif sekaligus mendorong langkah konkret dalam menghadirkan ruang yang tidak hanya terbuka, tetapi juga aman dan bermartabat bagi semua,” tegas Dhini. (Red)***


Posting Komentar

Silahkan Berkomentar dengan Sopan dan Bijak !!!

Lebih baru Lebih lama
close
Banner iklan disini