sekitarSULTRA.com - Portal Berita Pilihan untuk Masyarakat Sultra | sekitarSULTRA.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026, Minal Aidin Walfaizin

Kolaborasi Lintas Sektor, UHO, BRIN, Pemda Konut dan PT Adhi Kartiko Pratama Tbk Kembangkan Model Kemitraan Pertanian Sirkular Berkelanjutan | SEKITAR SULTRA

 

Foto: Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Inovasi Model Kemitraan Pengembangan Pertanian Sirkular untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan" yang diselenggarakan di Ruang Rapat Baperida Kabupaten Konawe Utara, Senin (13/7/2026)/sekitarSULTRA.com.

Konut, sekitarSULTRA.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah pesatnya perkembangan industri pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Universitas Halu Oleo (UHO), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (BAPERIDA), serta PT Adhi Kartiko Pratama Tbk menggagas model kemitraan pengembangan pertanian sirkular berbasis Deca Helix sebagai solusi mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah lingkar hilirisasi nikel.

Gagasan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Inovasi Model Kemitraan Pengembangan Pertanian Sirkular untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan" yang diselenggarakan di Ruang Rapat Baperida Kabupaten Konawe Utara, Senin (13/7/2026).

Ketua Tim Peneliti, Dr. Ir. Jamal Bake, M.Si, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya merumuskan model kemitraan strategis yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan industri ekstraktif.

"Di tengah masifnya hilirisasi industri nikel di Sulawesi Tenggara, dibutuhkan model pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan melalui kolaborasi multipihak," ujar Jamal dalam keterangan persnya yang didampingi Tim Peneliti.

Menurutnya, pendekatan Deca Helix menjadi fondasi utama dalam penyusunan model tersebut karena melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga riset, media, organisasi masyarakat sipil, komunitas, hingga petani dan nelayan sebagai aktor utama di tingkat tapak.

"Melalui FGD ini kami ingin mengidentifikasi berbagai dimensi konseptual yang diperlukan untuk membangun inovasi pertanian sirkular yang berkelanjutan di wilayah lingkar industri pertambangan nikel," ujarnya.

Ia menambahkan, konsep pertanian sirkular yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mengedepankan pemanfaatan limbah organik sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan serta penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan tambang.

FGD tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, hingga masyarakat. Dari unsur regulator hadir perwakilan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Perikanan, DPMD, Dinas Perkebunan dan Holtikultura, Dinas Koperasi dan UMKM, serta sejumlah camat dan kepala desa dari jalur utama lingkar tambang nikel di wilayah Konut.

Selain itu, hadir pula Tim Peneliti UHO antara lain; Dr. Bakti, M.Si., Akbar. M.A., Lenny Adrianita, S.Kom., M.AP., Mutia, M.Kes., dan Destiyani A, S.M dan Ardin, M.AP.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghasilkan model kemitraan yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan, sehingga dapat menjadi acuan dalam pengembangan pertanian sirkular di kawasan pertambangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, model pertanian sirkular berbasis Deca Helix diharapkan menjadi inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di wilayah lingkar tambang, khususnya di Kabupaten Konawe Utara. (Red)***

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar dengan Sopan dan Bijak !!!

Lebih baru Lebih lama
close
Banner iklan disini