![]() |
| Foto: Disinilah Dinda Ditemukan, diantara, Tanah, Pasir, dan Batu (Dinda)/sekitarSULTRA.com. |
Perjalanan mencari Dinda bukanlah perjalanan yang singkat. Ia bukan sekadar langkah kaki yang menempuh jarak, melainkan perjalanan hati yang melintasi waktu, keraguan, harapan, dan penantian yang panjang. Bertahun-tahun lamanya, nama Dinda hanya hidup dalam ingatan, menjadi gema yang terus berulang di setiap sunyi dan menjadi pertanyaan yang tak pernah benar-benar menemukan jawaban.
Di setiap persimpangan jalan, di setiap kota yang disinggahi, dan di setiap wajah yang ditemui, selalu ada harapan kecil bahwa mungkin Dinda ada di sana. Harapan itu kadang tumbuh besar, namun tak jarang pula runtuh diterpa kenyataan. Meski begitu, pencarian tidak pernah benar-benar berhenti. Ada sesuatu yang terus mendorong langkah untuk tetap berjalan, meski arah yang dituju kerap tampak samar.
Hingga pada suatu waktu, setelah melewati begitu banyak cerita dan pengalaman, akhirnya Dinda ditemukan. Bukan di tempat yang megah, bukan pula di tengah gemerlap kehidupan. Dinda ditemukan di antara tanah, pasir, dan batu. Di tempat yang sederhana, tempat yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Seolah semesta sengaja menyembunyikannya di balik kesunyian agar hanya mereka yang benar-benar mencari dengan tulus yang dapat menemukannya.
Namun menemukan ternyata bukanlah akhir dari perjalanan. Justru setelah itu, lahirlah pertanyaan baru yang lebih dalam dari sekadar "di mana". Pertanyaan yang menyentuh sisi kemanusiaan dan perasaan paling mendasar.
Apakah Dinda baik-baik saja?
Apakah selama ini ia mampu melewati hari-harinya dengan tenang?
Apakah ada seseorang yang hadir ketika ia merasa lelah menghadapi hidup?
Apakah telah ada bahu tempat ia bersandar, tempat ia meletakkan segala beban dan cerita yang selama ini dipendam sendiri termasuk sakit ditubuhnya?
Sebab sejatinya, setiap manusia membutuhkan tempat pulang. Bukan hanya rumah yang berdinding bata dan beratap seng, tetapi juga hati yang mampu menerima segala luka, kegagalan, dan ketakutan. Tempat di mana seseorang tidak perlu berpura-pura kuat.
Di antara tanah, pasir, dan batu itu, Dinda mungkin tampak tegar. Namun siapa yang tahu berapa banyak badai yang telah ia hadapi seorang diri? Siapa yang tahu berapa banyak malam yang ia lewati dengan perasaan yang tak pernah sempat diceritakan kepada siapa pun?
Kini, setelah pencarian panjang itu berakhir, ada rasa syukur karena akhirnya Dinda ditemukan. Namun bersamaan dengan itu, muncul pula kegelisahan yang sulit dijelaskan. Sebab menemukan seseorang tidak selalu berarti mengetahui seluruh kisah yang ia simpan. Ada bagian-bagian dari hidupnya yang mungkin tetap menjadi rahasia, tersimpan rapat di balik senyum dan diamnya.
Dan jika benar Dinda telah menemukan sandaran untuk mengempaskan lelahnya, maka itu adalah kabar yang patut disyukuri. Sebab tidak ada kebahagiaan yang lebih indah selain mengetahui seseorang yang pernah dicari dengan penuh kerinduan akhirnya menemukan tempat yang membuatnya merasa aman.
Namun jika ternyata Dinda masih berjalan sendiri, masih memikul beban hidup tanpa teman berbagi, maka semoga semesta segera mempertemukannya dengan ketenangan yang selama ini ia cari. Sebab setiap hati berhak mendapatkan tempat beristirahat, setiap jiwa berhak menemukan pelabuhan setelah lama terombang-ambing di lautan kehidupan.
Dan mungkin, pada akhirnya, perjalanan panjang mencari Dinda bukan hanya tentang menemukan sosok yang dirindukan. Perjalanan itu adalah pelajaran tentang kesetiaan pada harapan, tentang keteguhan menunggu, dan tentang keyakinan bahwa sesuatu yang dicari dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya sendiri untuk dipertemukan.
Kini Dinda telah ditemukan. Tetapi cerita tentang Dinda, tentang rindu, dan tentang harapan yang tak pernah padam, mungkin baru saja dimulai, Bismillaah!!!
Doa untuk Dinda
Yaa Allah, uruslah hidup Dinda jikalau ia tidak mampu mengurusnya sendiri
Angkatlah beban Dinda, jikalau ia tidak sanggup menanggungnya sendiri.
Kabulkan harapan yang baik untuk Dinda di dunia dan akhirat.
Sembuhkan sakit Dinda jikalau para medis tidak mampu menyembuhkan sakit itu.
Jangan biarkan Dinda tersesat oleh hawa nafsu, ego, ataupun kebodohannya sendiri dan peliharalah Dinda dalam kebaikan.
Terima kasih Ya Allah SWT 🙏🙏🙏 karena aku telah menemukan Dinda.
Meski aku tak bersamanya 😭😭😭, Ya Allah, jagakan Dinda untukku 🙏🙏🙏.
Penulis: La Ode Aken.


