![]() |
| Sikapi Isu Kenaikan BBM, PC PMII Kota Kendari Gelar Aksi Cipta Kondisi (Dok.PMII Kendari)/sekitarSULTRA.com. |
Kendari, sekitarSULTRA.com – Menanggapi berkembangnya isu dan rencana pemerintah pusat terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Kendari menggelar aksi cipta kondisi di sejumlah kawasan strategis Kota Kendari pada Rabu (10/6/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk peringatan awal kepada pemerintah sekaligus upaya memperkuat konsolidasi organisasi sebelum menggelar aksi demonstrasi dengan skala yang lebih besar dalam waktu dekat.
Ketua PC PMII Kota Kendari, Rahmat Almubaraq, menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan hari ini merupakan sinyal tegas dari kalangan mahasiswa terhadap wacana kenaikan harga komoditas energi yang dinilai akan semakin membebani masyarakat.
“Wacana menaikkan harga komoditas energi vital di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil merupakan kebijakan yang berpotensi mencederai rasa keadilan sosial. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan keresahan masyarakat,” tegas Rahmat.
Menurutnya, aksi cipta kondisi yang dilaksanakan pada 10 Juni 2026 merupakan tahap awal dalam membangun kesadaran publik terhadap dampak yang dapat ditimbulkan apabila kebijakan kenaikan BBM benar-benar direalisasikan.
“Aksi cipta kondisi ini adalah pemanasan. Kami ingin memastikan seluruh elemen masyarakat, mulai dari sopir angkutan umum, pengemudi ojek online, hingga pelaku usaha mikro, memahami bahwa hak subsidi mereka berpotensi terancam. Jika aspirasi masyarakat daerah diabaikan, kami memastikan akan menggalang kekuatan yang lebih besar untuk menyampaikan penolakan secara terbuka,” ujar Rahmat.
Melalui pernyataan resmi ini, PC PMII Kota Kendari menyampaikan sikap organisasi sebagai berikut:
-
Menolak dan mengutuk keras segala bentuk kebijakan yang berpotensi menaikkan harga BBM bersubsidi karena dinilai akan berdampak langsung terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.
-
Mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Kendari untuk bersatu dan bersama-sama mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada rakyat kecil.
-
Mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran subsidi BBM dengan mengedepankan transparansi serta memastikan subsidi tepat sasaran.
Aksi cipta kondisi yang berlangsung secara tertib tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat dan berakhir pada malam hari. PC PMII Kota Kendari juga memastikan bahwa tim kajian organisasi akan terus menyusun dan merilis kajian-kajian terkait dampak kebijakan BBM, sekaligus mematangkan konsolidasi bersama berbagai elemen masyarakat dan organisasi lainnya.
“Kami akan terus mengawal isu ini sampai ada kepastian bahwa kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” tutup Rahmat Almubaraq. (Red)***


