sekitarSULTRA.com - Portal Berita Pilihan untuk Masyarakat Sultra | sekitarSULTRA.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026, Minal Aidin Walfaizin

Mahasiswa Buton Cia-Cia Kota Kendari, Gelar Cia-Cia Cup XI, Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Antar paguyuban | SEKITAR SULTRA

Kegiatan pembukaan Cia-Cia Cup, 24 Oktober 2026/sekitarSULTRA.com.


Kendari, sekitarSULTRA.com – Mahasiswa Buton Cia-Cia Kota Kendari menggelar kegiatan Cia-Cia Cup XI yang resmi dibuka pada 24 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan 17 paguyuban Cia-Cia yang berada di Kota Kendari sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi, emperkuat solidaritas, serta menjaga persatuan di kalangan generasi muda Cia-Cia.

Pembukaan Cia-Cia Cup XI tidak hanya menjadi awal dari rangkaian kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Cia-Cia. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis antarpaguyuban serta menciptakan generasi muda yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.

Ketua Panitia Cia-Cia Cup XI, Rahyono Hamid, berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antarpaguyuban, meningkatkan solidaritas, serta melahirkan generasi muda Cia-Cia yang memiliki semangat kebersamaan dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Dalam rangkaian pembukaan, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Yaudu Salam Ajo, S.Pi., dan Sarmanto. Kehadiran kedua narasumber tersebut memberikan penguatan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai luhur, persatuan, dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam pemaparannya, Yaudu Salam Ajo menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai luhur masyarakat Cia-Cia sebagai landasan dalam membangun hubungan antarsesama.

“Sebagai satu rumpun Cia-Cia, kita harus senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur, yaitu Pomaa-maasiaka (saling menyayangi), *Popia-piara* (saling menjaga), *Pomae-maeaka* (saling menghormati), *Poangka-angkataka* (saling mengangkat dan menghargai), serta *Pobinci-binciki kuli* (merasakan apa yang dirasakan orang lain dan memperlakukan sesama sebagaimana kita ingin diperlakukan),” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut bukan sekadar warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun, melainkan pedoman hidup yang perlu diterapkan dalam membangun hubungan sosial, menyikapi perbedaan, serta menjaga keharmonisan di tengah kehidupan generasi muda Cia-Cia.

Sementara itu, Sarmanto menegaskan bahwa Cia-Cia Cup tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan sarana untuk menanamkan nilai solidaritas, mempererat silaturahmi, dan menjaga persatuan sebagai satu rumpun.

“Cia-Cia Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wadah untuk menanamkan nilai solidaritas, mempererat silaturahmi, serta menjaga persatuan sebagai satu rumpun dengan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan demi memperkuat persaudaraan dan identitas generasi muda Cia-Cia,” tegasnya.

Menurutnya, semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan nilai persaudaraan. Perbedaan pandangan maupun persaingan dalam kegiatan hendaknya tidak menjadi pemisah, tetapi justru menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghargai, dan memperkuat ikatan kekeluargaan antarpaguyuban.

Melalui penyelenggaraan Cia-Cia Cup XI, mahasiswa Buton Cia-Cia Kota Kendari diharapkan dapat terus menjaga eksistensi budaya, memperkuat solidaritas, dan membangun ruang kolaborasi yang positif bagi seluruh paguyuban. Lebih dari sekadar kegiatan kompetisi, Cia-Cia Cup diharapkan menjadi simbol persatuan dan komitmen bersama dalam merawat identitas serta memperkokoh persaudaraan generasi muda Cia-Cia di Kota Kendari. (Red)***

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar dengan Sopan dan Bijak !!!

Lebih baru Lebih lama
close
Banner iklan disini