sekitarSULTRA.com - Portal Berita Pilihan untuk Masyarakat Sultra | sekitarSULTRA.com mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026, Minal Aidin Walfaizin

Biaya Pembuatan SIM C di Kendari Jadi Sorotan, Pemohon Mengaku Bayar Lebih dari Informasi Resmi | SEKITAR SULTRA

Pamflet informasi tentang Pemberitahuan Pembuatan SIM di Polresta Kendari (Foto: FB Mustakim)/sekitarSULTRA.com.



Kendari, sekitarSULTRA.com — Pengalaman seorang warga Kota Kendari dalam mengurus pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) C di Satlantas Polresta Kendari menuai sorotan terkait adanya sejumlah biaya tambahan yang disebut tidak tercantum dalam informasi resmi di ruang pelayanan.

Mustakim Adi Wasis, warga yang mengaku mengurus pembuatan SIM secara mandiri tanpa bantuan calo maupun orang dalam, membagikan pengalamannya saat melakukan proses pembuatan SIM C tahun lalu di Satlantas Polresta Kendari.

Menurut Mustakim dalam kanal Facebook pribadinya, saat pertama kali memasuki ruang tunggu pelayanan, dirinya melihat banner informasi biaya pembuatan SIM yang tertera sebesar Rp100 ribu. Ia pun sempat mengira bahwa biaya pengurusan SIM cukup terjangkau sesuai dengan informasi yang dipajang.

“Pas masuk di ruang tunggu, saya lihat banner biaya pembuatan SIM dan dalam hati berkata ternyata murah juga. Tapi ternyata setelah dijalani, masih ada banyak biaya tambahan yang tidak tercantum di banner tersebut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah mengambil formulir pendaftaran secara gratis di loket, pemohon diarahkan untuk mengikuti tes kesehatan dan psikotes di klinik yang telah disediakan. Untuk tes kesehatan dikenakan biaya Rp30 ribu, sementara psikotes dipatok sebesar Rp100 ribu.

“Tes kesehatannya masih lumayan murah, tapi psikotes Rp100 ribu itu saya tidak tahu standar penetapan harganya seperti apa,” katanya.

Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, pemohon diwajibkan mengikuti tes komputer dengan standar nilai tertentu. Apabila tidak mencapai nilai minimal, peserta diminta mengulang pada pekan berikutnya. Mustakim mengaku berhasil lolos pada tahap ini dan bersiap mengikuti tes praktik mengemudi.

Namun, menurutnya, proses berikutnya justru menjadi bagian yang paling mengejutkan. Alih-alih langsung mengikuti lintasan praktik, peserta yang dinyatakan lulus tes komputer justru diarahkan menuju salah satu sekolah mengemudi di Kota Kendari untuk mengambil sertifikat mengemudi dengan biaya sebesar Rp210 ribu.

“Awalnya saya kira akan langsung test drive di lintasan yang katanya sulit itu. Ternyata kami diarahkan dulu ke sekolah mengemudi untuk mengambil sertifikat yang biayanya Rp210 ribu,” ujarnya.

Setelah membawa sertifikat tersebut, pemohon kemudian diarahkan ke ruang foto sebelum SIM dicetak. Usai pencetakan SIM, peserta kembali diminta membayar Rp100 ribu sebagai biaya penerbitan SIM.

Secara keseluruhan, Mustakim mengaku mengeluarkan biaya sebesar Rp440 ribu untuk proses pembuatan SIM C, jauh di atas angka yang tercantum pada banner informasi di ruang tunggu.

“Total semua yang saya bayar Rp440 ribu, padahal di banner tertulis hanya Rp100 ribu. Jadi memang ada beberapa biaya yang tidak dicantumkan di informasi awal,” tuturnya.

Meski demikian, Mustakim tetap berharap pelayanan Satlantas Polresta Kendari dapat terus berbenah dan semakin transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

“Semoga Satlantas Polresta Kendari semakin maju dan semakin dicintai masyarakat Kendari,” pungkasnya.

Sampai berita ini dirilis, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Satlantas Polresta Kendari untuk menanggapi adanya keluhan ini. (Red)***

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar dengan Sopan dan Bijak !!!

Lebih baru Lebih lama
close
Banner iklan disini