![]() |
| Foto: Fikih Damani, Pemuda Asal Kecamatan Lohia Kabupaten Muna/sekitarSULTRA.com. |
Muna, sekitarSULTRA.com — Pemuda asal Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Fikih Damani, mengeluhkan kondisi jalan berlubang di ruas lintas Mantobua–Korihi yang dinilai berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas bagi para pengguna jalan.
Menurut Fikih, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapat penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Muna. Padahal, ruas Mantobua–Korihi merupakan akses utama menuju sejumlah destinasi wisata unggulan daerah, seperti Danau Napabale dan Pantai Meleura, yang selama ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jalan ini adalah jalur utama wisata. Kalau kondisinya rusak seperti ini, tentu wisatawan enggan berkunjung. Dampaknya bukan hanya pada masyarakat sekitar, tapi juga pada pendapatan daerah,” ujar Fiqih, Selasa (29/12/2025).
Ia menilai, pemerintah daerah saat ini terkesan hanya menebar janji tanpa disertai langkah konkret untuk segera memperbaiki infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Muna hari ini masih sibuk dengan janji-janji, tanpa ada pergerakan nyata untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Saya sebagai masyarakat berharap ada perbaikan secepatnya demi keselamatan bersama,” tegasnya.
| Jalan yang rusak berlubang di Jalan Wisata Napabale tepatnya dijalan Poros Matobua-Korihi Kabupaten Muna/sekitarSULTRA.com. |
Fikih juga mengungkapkan keresahan masyarakat yang merasa diabaikan, karena hingga kini tidak ada pejabat daerah yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi jalan dan mendengar keluhan warga.
“Masyarakat geram dengan pemerintah daerah hari ini yang tidak sama sekali turun langsung memastikan bahwa masih ada masyarakat yang mengeluh terkait persoalan jalan yang sampai hari ini belum juga diperbaiki,” katanya.
Menurutnya, persoalan jalan Mantobua–Korihi tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah sepele. Ia menegaskan bahwa kerusakan tersebut sudah menyangkut persoalan serius terkait infrastruktur dan tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan warganya.
“Ini bukan lagi sekadar persoalan jalan rusak, tetapi sudah berbicara soal infrastruktur dan peran pemerintah. Ketika masyarakat mengeluh, pemerintah harus mengambil langkah-langkah cepat agar persoalan yang muncul bisa segera diselesaikan,” pungkas Fikih.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Muna terkait rencana perbaikan jalan lintas Mantobua–Korihi tersebut. (Red)**


