
Ilustrasi Gambar Perempuan Pekerja Keras. Gambar hanyalah Pemanis tulisan (Desain IA)/MARHAENIST.
sekitarSULTRA.com - Di tengah zaman yang sering kali seorang pria dewasa selalu dituntut dalam bekerja siang dan malam hanya untuk sebuah kehidupan dan membiarkan seorang wanita menunggunya tanpa harus mengeluarkan keringatnya untuk menikmati hasilnya.
Namun posisi itu terbalik, nama Angraeni (Nama samaran) tampil menonjol sebagai bukti nyata bahwa wanita Indonesia bisa juga berjuang dalam bekerja demi sebuah kehidupan. Ia dikenal sebagai sosok pejuang yang tidak hanya berani melawan debu dan teriknya matahari, tapi juga teguh dalam memegang prinsip, siap menghadapi risiko demi sebuah pekerjaan untuk bertahan hidup.
Berani Tampil di Garis Depan Meski Dirinya Hanya Seorang Wanita diantara Ribuan Pekerjaan Pria
Angraeni tidak memilih jalan yang tidak mudah. Ketika banyak pihak ragu atau takut dengan memilih pekerjaannya itu untuk seorang wanita sepertinya. Ia justru melangkah maju dengan tidak mengindahkan keraguan dan rasa takut itu.
Dengan dasar pemikiran yang matang, data yang akurat, dan keberanian yang jarang dimiliki oleh seorang wanita, ia menegaskan bahwa seorang wanita tidak perlu lagi dianggap remeh dan rendah dimata lelaki tanpa memandang siapa pihak yang akan dihadapi dilapangan.
"Keberanian bukan berarti tidak takut, tapi tetap memilih berbuat benar meski hati merasa cemas. Sebagai wanita, saya punya tanggung jawab menjaga negeri ini agar tetap berjalan di jalan kejujuran," mungkin kata-kata itu yang terujar dalam hatinya.
Tetap Kokoh Berdiri Meski Sering Berada dibawah Terik Matahari dan Hempasan Debu
Perjuangan Angraeni tentu tidak berjalan mulus. Dalam bekerja, pekerjaannya kerap mendapat serangan dari orang-orang, kritik tajam, hingga upaya mengenduskan pekerjaan yang dianggap tidak sesuai standar. Namun, tidak satu pun itu yang mampu membuatnya mundur dalam bekerja. Ia membuktikan bahwa semangat juang dalam bekerja jauh lebih kuat daripada segala bentuk tekanan.
Bagi masyarakat yang melihat, keteguhan hatinya adalah teladan luar biasa. Ia menunjukkan bahwa wanita juga bisa berjuang dalam bekerja dan memiliki peran besar, suara yang didengar dan nyali yang setara untuk menjaga pekerjaannya demi masa depan hidup.
Tetap Bekerja Meskipun Tengah Berjuang Melawan Sakit
Angraeni tetap teguh dalam menjalankan pekerjaannya meski ia diketahui tengah berjuang melawan penyakit yang mengharuskannya harus selalu cek up ke rumah sakit. Meskipun demikian, ia tak pernah gentar untuk berkata dalam hati bahwa penyakit bukanlah penghalang aktivitasnya dalam bekerja.
Penyakit yang diderita Angraeni adalah tumor yang tumbuh pada meningen, yaitu selaput pelindung yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang. Sebagian besar penyakit itu bersifat jinak (bukan kanker) dan tumbuh sangat lambat, sehingga kadang baru terdeteksi setelah bertahun-tahun.
"Semoga, yang Tuhan Maha Kuasa dapat mengangkat penyakit Angraeni dari tubuhnya dan tak lagi membelenggu dirinya dalam berkarya dan beraktifitas," begitulah doa yang disematkan orang-orang yang kepada Angraeni agar mendapatkan kesembuhan.
Bisa Menjadi Inspirasi Banyak Orang dan Simbol Kekuatan Seorang Wanita
Kini, Angraeni bukan hanya sekadar menjadi wanita yang patut diteladani, melainkan simbol keberanian. Ia menginspirasi banyak wanita dan generasi muda untuk tidak menjadi penonton, melainkan berani berdiri di pihak yang benar, jujur, dan adil. Sosoknya membuktikan bahwa pejuang sejati di masa kini tidak harus hanya mengandalkan lelaki, cukup dengan keberanian seorang wanita dengan keteguhan prinsip dalam bekerja dan mempertahankannya sampai akhir.
Penulis:: Redaksi.
Tulisan ini hanyalah cerita fiksi belaka yang menceritakan keteguhan seorang wanita dalam berkerja diatas deruhnya Debu dan teriknya Matahari yang mampu mengalahkan hegemoni seorang lelaki yang kebanyakan dituntut mereka.

