Kendari, sekitarSULTRA.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari versi Arjuna-Dendy secara resmi menyatakan beralih dan menyatakan sikap dukungan penuh kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di bawah kepemimpinan Sujarhi Somar sebagai Ketua Umum dan Amir Mahfut sebagai Sekretaris Jenderal.
Sikap tersebut disampaikan dalam forum konsolidasi internal yang digelar di Loka Coffe II Kendari yang dihadiri oleh jajaran pengurus DPC GMNI Kendari dan Perwakilan Komisariat serta Ketua-Ketua DPC GMNI Kendari sebelumnya dan beberapa para Alumni GMNI, Minggu (16/2/2026).
Dalam forum itu, DPC GMNI Kendari versi Arjuna-Dendy menegaskan komitmennya untuk kembali pada garis ideologi perjuangan organisasi serta memperkuat soliditas kader di bawah kepemimpinan DPP GMNI Surjarhi-Amir.
Aji Darmawan menyampaikan bahwa keputusan ini diambil melalui proses diskusi yang sangat panjang dan mempertimbangkan dinamika organisasi secara nasional.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan organisatoris demi menjaga marwah serta persatuan GMNI sebagai organisasi kader dan perjuangan.
“Kami memandang penting untuk menyatukan barisan dan mengakhiri fragmentasi yang terjadi. Dengan ini, kami menyatakan sikap secara tegas mendukung DPP GMNI di bawah kepemimpinan Surjarhi-Amir sebagai kepemimpinan yang sah dan legitimate,” ujar Aji saat ditemui awak media.
Melalui Aji Darmawan pula, DPC GMNI Kendari versi Arjuna-Dendy menegaskan kesiapan untuk menjalankan seluruh garis kebijakan organisasi, serta berpartisipasi aktif dalam agenda-agenda strategis DPP GMNI dibawah kepemimpinan Sujarhi-Amir ke depannya.
"Ini bukanlah sekedar peralihan, tetapi langkah ini ingin menegaskan kembali komitmen GMNI Kendari terhadap Ideologi Marhaenisme dibawah kepemimpinan Sujarhi-Amir dan menjalankan seluruh kebijakan organisasi serta agenda-agenda strategis DPP GMNI yang akan dijalankan kedepannya," pungkasnya.
![]() |
| Suasana Forum Konsolidasi Internal GMNI Kendari yang bertempat di Loka Coffe II Kendari (Foto: Wadhaar)sekitarSULTRA.com. |
Senada dengan itu, Diman Safaat menambahkan bahwa konsolidasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan mahasiswa di Kendari yang berlandaskan nilai-nilai nasionalisme dan ajaran Marhaenisme.
"GMNI milik semua kader yang ada didalamnya. Saya berharap sampai detik ini dan hingga waktu yang tidak ditentukan, kita semua tetap solid untuk berada dalam satu barisan. Apapun yang terjadi, kita tetap mengedepankan dialog dan jangan terpengaruh dengan hal yang kerja-kerja organisasi," tambah Diman.
Sementara itu, itu Adi Malialo, Ketua DPP GMNI Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengawal proses peralihan tersebut mengatakan bahwa pergulatan di GMNI bukanlah pergulatan ideologi, untuk itu ia berharap tetap menjaga sikap sesama GMNI dengan prinsip bahwa GMNI itu adalah satu.
"GMNI itu satu karena ideologi sama-sama marhaenisme, itulah yang harus kita pegang teguh. Soal adanya perbedaan di GMNI, itu bukanlah pergulatan ideologi, Jadinya, kita harus tetap menjaga sikap dengan mengedepankan prinsip bahwa GMNI adalah satu," tegasnya.
Dengan adanya sikap tersebut, DPC GMNI Kendari mengharapkan dinamika internal organisasi bukanlah hambatan untuk memperkuat peran GMNI dalam menjawab tantangan kebangsaan dan kerakyatan di tingkat lokal maupun nasional. (Red)***



